Bagaimana KCP mengubah pelacakan transaksi klien dengan KANNA

case study

Kusumoto & Chavalit Partners Ltd.

Bagaimana KCP mengubah pelacakan transaksi klien dengan KANNA

Others

Thailand

Company Name

Kusumoto & Chavalit Partners Ltd.

Number of Employees

20

Business Activities

(1) M&A: Merger & Akuisisi, Joint Venture (Usaha Patungan), Penggalangan Dana (2) Strategi: Pengembangan Bisnis, Ekspansi ke Luar Negeri, Riset Pasar (3) Manajemen: Integrasi Pasca-Merger (Post-Merger Integration), Revitalisasi Bisnis

Services

KANNA Project

Kusumoto & Chavalit Partners Ltd. (KCP) adalah firma penasihat M&A (merger & akuisisi) dan pengembangan bisnis yang didirikan pada tahun 2010. KCP mendukung transaksi bisnis berskala besar di antara perusahaan-perusahaan Jepang dan ASEAN — termasuk sejumlah transaksi besar yang berhasil dirampungkan dalam setahun terakhir saja. Dengan ratusan potensi deal yang berjalan di waktu yang bersamaan, tim mereka harus menangani perubahan status deal, progres NDA, serta komunikasi dengan klien sekaligus melaporkan setiap perubahan yang terjadi.

Karena pelacakan secara manual menjadi tidak efisien, KCP mulai menerapkan KANNA ke dalam alur kerja mereka — mengadaptasi sebuah platform yang awalnya dirancang untuk pekerja lapangan (non-desk) di bidang konstruksi ke dalam dunia operasional M&A yang serba cepat. Kami berbincang dengan Takashi Kusumoto (Co-founder), Tsutsui Ren (M&A Advisor), dan Kittipoj Rujjanavate (Financial Analyst) untuk menggali lebih dalam bagaimana penerapan KANNA telah meningkatkan sistem pengelolaan klien dan deal mereka.

Background And Effects of KANNA Implementation

Issue

Dengan jumlah klien dan deal yang terus bertambah, tim kesulitan menjaga visibilitas atas progres setiap proyek, persetujuan dokumen, dan pengelolaan klien.

Key Factors For Implementation

  • Papan proyek yang dapat disesuaikan (customizable), di mana setiap deal bisa dilacak.

  • Sistem pelaporan yang memberikan visibilitas atas seluruh anggota tim dan status deal.

  • Template terpadu yang memungkinkan data dari sumber eksternal diimpor, distandarisasi, dan ditugaskan secara internal.

Effects and Improvements

  • Berkurangnya pekerjaan ganda: Tidak ada lagi banyak spreadsheet yang melacak deal yang sama.

  • Update status lebih cepat: Anggota tim mengetahui langkah berikutnya dan dapat memperbarui status di satu tempat.

  • Pelaporan internal lebih cepat: Pimpinan memiliki visibilitas yang lebih baik dan lebih sedikit kesalahan dalam laporan.

Person Interviewed

Takashi Kusumoto — Managing Partner & Co-Founder Ren Tsutsui — M&A Advisor Kittipoj Rujjanavate — Financial Analyst

Mengubah kekacauan deal menjadi kejelasan

KCP adalah firma penasihat M&A yang menghubungkan berbagai bisnis di seluruh Jepang dan negara-negara ASEAN. Dengan ratusan potensi deal di berbagai tahap — mulai dari penandatanganan NDA hingga pencocokan klien (client matching) — tim membutuhkan cara untuk mendelegasikan dan melacak apa yang sedang terjadi pada klien mana, serta apa langkah selanjutnya.

Proses advisory yang seharusnya efisien terkadang justru melambat karena serah-terima manual, pekerjaan ganda, dan sistem pelaporan yang tertunda. KCP pun menyadari perlunya proses yang lebih ramping dan andal.


"Kami memiliki ratusan potensi deal pada saat ini juga, sehingga sulit untuk mengetahui status masing-masing proyek. Membingungkan juga untuk mengetahui perusahaan mana yang sudah menandatangani NDA atau apa langkah selanjutnya untuk setiap deal."
— Bapak Kusumoto, Co-Founder dan Managing Partner KCP


Satu ruang kerja untuk semua klien, deal, dan target

KCP beralih ke KANNA, sebuah platform yang sebelumnya sudah mereka rekomendasikan kepada klien-klien di bidang konstruksi dan manufaktur. Mereka melihat peluang untuk mengadaptasinya pada use case yang benar-benar baru dan berbeda, operasional penasihat M&A.

Kini, setiap proyek mengikuti alur (pipeline) yang jelas di dalam project board KANNA untuk melacak status. Alur tersebut terlihat seperti ini:

Update status, data klien, dan catatan internal dipusatkan di satu tempat yang dapat diakses bersama. Fitur Project Board, yang dapat disesuaikan (customizable) sesuai alur proyek yang kamu inginkan, serta kemudahan pelaporannya membuat siapa pun mudah melihat posisi setiap deal, dan siapa yang bertanggung jawab atas apa.


"Project board dan sistem pelaporan adalah fitur yang paling berguna bagi kami."
— Bapak Tsutsui, M&A Advisor di KCP, KANNA Champion User

"Setelah menggunakan KANNA, kami punya satu tempat di mana semua orang dapat memperbarui status dan melacak apa yang perlu dilakukan selanjutnya."
— Bapak Kittipoj, Financial Analyst di KCP, KANNA Main User

Lebih sedikit tumpang tindih, aksi lebih cepat

Sebelum ada KANNA, anggota tim kerap melakukan pekerjaan ganda atau harus memeriksa silang beberapa daftar untuk menemukan status terbaru. Kini, status deal terpusat, informasi proyek diperbarui secara konsisten, dan tim selaras dalam menentukan prioritas secara real-time menggunakan KANNA Project Board. Meski penerapannya masih di tahap awal, KCP sudah merasakan pelaporan yang lebih cepat serta koordinasi tim yang lebih lancar, seraya terus mengevaluasi cara memaksimalkan nilai dari aplikasi ini.

"Sejak menerapkan KANNA, pekerjaan ganda kami berkurang dan laporan jadi lebih cepat. Ini membantu kami tetap terkoordinasi meski menangani semakin banyak deal."
— Bapak Kittipoj, Financial Analyst di KCP, KANNA Main User

Memikirkan ulang alur kerja penasihat M&A

KANNA awalnya tidak dirancang untuk dunia M&A yang berbasis kerja di meja (desk working), tetapi use case KCP menunjukkan betapa fleksibelnya platform ini.

Meski baru saja mengadopsi KANNA secara internal, KCP sudah merasakan manfaat yang nyata dan kini mulai menjajaki langkah berikutnya. Fitur Task Management yang baru, misalnya, dapat membantu menetapkan langkah selanjutnya lengkap dengan tenggat waktu serta melacak progres di berbagai proyek sekaligus.

Use case KCP mungkin justru menunjukkan sebuah kebenaran yang lebih luas: terkadang, alat terbaik adalah alat yang kamu adaptasi sesuai cara kerjamu sendiri.

"Kami memahami KANNA dengan baik dan telah merekomendasikannya ke banyak perusahaan. Kini, kami sendiri yang belajar menggunakannya — dan dampaknya sudah terasa."
— Bapak Kusumoto, Co-Founder & Managing Partner di KCP

Article Published on:

Read more