Pantau Semua Proyek IT dari Satu Dashboard — Cerita Ferbetech Rapikan Koordinasi Tim Lapangan dengan KANNA


Nama Perusahaan
PT Ferbe Berkat Teknologi
Jumlah Karyawan
Bidang Usaha
IT Solutions — Cybersecurity, Integrated Security, IT Infrastructure, Network Solution, Managed Service
Layanan Pemanfaatan
Sudah lebih dari 70.000 perusahaan di berbagai industri seperti konstruksi, manufaktur, IT solutions, dan lainnya telah mempercayakan manajemen proyeknya pada KANNA. Alasannya sederhana: KANNA mudah dipakai siapa saja, baik tim di kantor maupun tim di lapangan.
Pada wawancara kali ini, kami berbincang dengan tim Ferbetech, sebuah perusahaan IT solutions di Jakarta yang menyediakan layanan end-to-end mulai dari cybersecurity, integrated security, IT infrastructure, hingga managed service. Kami menggali tantangan apa yang membuat Ferbetech akhirnya mengimplementasikan KANNA, dan perubahan apa yang dirasakan setelahnya.
Latar Belakang dan Efek Implementasi KANNA
Masalah
- Fragmentasi data antara laporan dari lapangan masuk lewat berbagai platform (WhatsApp, email), sulit untuk di-tracking.
- Sinkronisasi antara kondisi di site/lapangan dengan dashboard di kantor sering tidak real-time, memicu keterlambatan pengambilan keputusan saat ada issue teknis yang mendesak.
Faktor Penentu Implementasi
Kebutuhan untuk menstandarisasi workflow proyek teknis dan menyatukan dokumentasi lapangan dalam satu platform terpusat.
Efek dan Peningkatan
- Workflow lebih terstruktur, setiap progres bisa langsung di-update lengkap dengan foto dan catatan dari lokasi. Semua proyek yang berjalan paralel dikelola di satu dashboard.
- Efisiensi administrasi meningkat, waktu yangsebelumnya terbuang untuk merapikan laporan dan update progres mingguan kini terotomatisasi. Tim bisa bekerja lebih proaktif, bukan reaktif.
Narasumber

Tim Ferbetech (Project & Operations)
Direktur - PT Ferbe Berkat TeknologI: Rendi Julianto
Admin - PT Ferbe Berkat TeknologI: Mila
Admin - PT Ferbe Berkat TeknologI: Rasti
Technical Support - PT Ferbe Berkat TeknologI: Seno
Fragmentasi Data antar Platform Menghambat Pengambilan Keputusan
— Sebelum menggunakan KANNA, apa tantangan terbesar dalam tracking progress dan issue di proyek teknis Ferbetech?
Sebelum ada KANNA, tantangan utama kami adalah fragmentasi data, baik secara internal maupun data external. Laporan dari lapangan sering kali masuk lewat berbagai platform seperti WhatsApp atau email, sehingga sulit untuk melakukan tracking. Kami sering mengalami kendala dalam mensinkronkan antara apa yang terjadi di site/lapangan dengan dashboard di kantor. Kondisi ini terkadang memicu keterlambatan dalam pengambilan keputusan, terutama jika ada issue teknis yang mendesak dan butuh
respons cepat.
Bagi perusahaan yang menangani implementasi cybersecurity, network, dan integrated security seperti kami, kecepatan dan akurasi informasi dari lapangan adalah hal yang krusial. Satu update yang terlewat bisa berdampak pada timeline proyek dan kualitas
deliverables.
Workflow Lebih Terstruktur — Tidak Ada Lagi Tugas yang Tercecer
— Bagaimana KANNA membantu mengatur workflow dan memastikan semua task di proyek bisa ter-track dengan jelas?
Workflow jadi lebih terstruktur karena setiap progres bisa langsung di-update lengkap dengan foto dan catatan langsung dari lokasi. Ini memastikan tidak ada tugas yang “tercecer” dan komunikasi antara manajer proyek dan tim lapangan menjadi jauh lebih lancar.
Hal yang paling kami rasakan manfaatnya adalah ketika kami menjalankan beberapa proyek secara bersamaan. Dengan KANNA, progres proyek-proyek tersebut dapat dikelola semuanya dalam satu dashboard atau platform terpusat. Manajer di kantor tidak perlu lagi membuka banyak grup WhatsApp atau scrolling email untuk mendapatkan gambaran utuh. Fitur Andalan: Photo Management, Gantt Chart, Custom Reports, dan Chat
— Fitur apa yang paling membantu dalam memastikan proyek tereksekusi dengan baik?
Fitur Photo Management dan Gantt Chart sangat krusial bagi kami. Di proyek teknis seperti yang kami tangani, bukti visual adalah hal penting. Dengan KANNA, kami bisa mendokumentasikan setiap tahap instalasi atau maintenance secara sistematis dan
terorganisir. Selain itu, fitur Custom Reports memungkinkan kami menghasilkan laporan profesional untuk klien dengan jauh lebih cepat dibandingkan proses manual sebelumnya. Format laporan bisa kami sesuaikan dengan kebutuhan setiap klien, dan datanya langsung
terhubung dengan dokumentasi di lapangan sehingga tidak perlu lagi copy-paste manual.
Fitur Chat di KANNA juga membuat koordinasi kami jauh lebih rapi. Kami bisa membuat grup khusus untuk setiap proyek, sehingga diskusi tim tetap fokus dan tidak tercampur dengan urusan lainnya. Kolaborasi jadi lebih lancar karena semua orang mendapatkan update di satu tempat yang sama, dan history percakapan tetap terjaga per proyek.
Dari Reaktif ke Proaktif — Efisiensi Administrasi dan Transparansi Meningkat
— Apa perubahan paling signifikan dalam cara tim Anda mengelola proyek sejak menggunakan KANNA?
Perubahan yang paling terasa adalah perihal efisiensi dalam administrasi dan transparansi. Dulu, banyak waktu terbuang hanya untuk merapikan laporan dan update progres mingguan. Tim manajer harus mengumpulkan data dari berbagai sumber, lalu menyusunnya
secara manual menjadi laporan yang rapi. Sekarang, semuanya terotomatisasi di KANNA. Tim di kantor bisa memantau bottleneck proyek secara real-time, melihat di mana proses sedang tersendat, dan segera mengambil tindakan. Kami bisa bekerja lebih proaktif, bukan reaktif.
Selain dari sisi internal, transparansi ini juga meningkatkan kepercayaan klien. Ketika klien menanyakan progres, kami bisa memberikan update yang akurat dan disertai bukti visual langsung dari lapangan.
KANNA sebagai Bagian dari Standarisasi Kualitas Ferbetech
— Sebagai penutup, kenapa KANNA menjadi penting untuk proyek-proyek Ferbetech?
Bagi Ferbetech, KANNA bukan sekadar alat manajemen proyek, tapi bagian dari standarisasi kualitas kami. Di industri yang menuntut presisi tinggi seperti cybersecurity dan network solution, setiap proyek harus dieksekusi dengan akurat, terdokumentasi dengan baik, dan dapat diaudit kapan saja.
KANNA adalah mitra digital yang memastikan operasional kami tetap lean dan profesional. KANNA membantu kami memastikan tidak ada lagi detail pekerjaan yang terlewat. Kini, setiap data dan proses bisa kami pantau dengan mudah, sehingga pengambilan keputusan jadi jauh lebih cepat.
Ke depannya, kami melihat KANNA akan terus menjadi tools manajemen proyek Ferbetech. Tidak hanya untuk dokumentasi dan pelaporan, tetapi juga untuk membangun knowledge base yang bisa kami manfaatkan untuk proyek-proyek di masa depan.
“KANNA bukan sekadar alat manajemen proyek, tapi bagian dari standarisasi kualitas kami. KANNA adalah mitra digital yang memastikan operasional kami tetap lean dan profesional.”
— Tim Ferbetech

Tanggal Publikasi: June 17, 2026